Peta Desa Panyerangan
Perbaikan Mutu Tanah Kering Melalui Adopsi Inovasi Pupuk Bokashi
Meningkatkan Jiwa Kreativitas Tanpa Batas Melalui Inovasi Limbah Tusuk Sate
Teknologi Informasi, Sebuah Pengetahuan yang Aplikatif Bagi Anak Usia Sekolah Untuk Meningkatkan Jiwa Kompetitif

Meningkatkan Jiwa Kreativitas Tanpa Batas Melalui Inovasi Limbah Tusuk Sate



            Berbicara mengenai limbah, terbersit dalam benak bahwa limbah adalah sisa yang sudah tidak dapat dimanfaatkan dan harus dibuang. Namun, sebenarnya limbah dapat dimanfaatkan hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah yang menguntungkan. Salah satunya yaitu limbah tusuk sate. Tusuk sate terbuat dari bambu dan tentunya menghasilkan limbah bambu. Di Desa Panyirangan, terdapat salah satu usaha tusuk sate yang cukup banyak menghasilkan tusuk sate setiap harinya. Pengrajin tersebut memanfaatkan bambu yang merupakan salah satu potensi yang banyak terdapat di desa tersebut. Kelompok KKN 79 UTM 2018 memiliki program kerja untuk memanfaatkan limbah bambu dari tusuk sate tersebut karena limbahnya belum dimanfaatkan sama sekali. Hal ini menjadi peluang yang cukup menjanjikan jika dilakukan secara berkelanjutan.
     Limbah tusuk sate berupa gelondongan bambu kecil-kecil dan lembaran bambu dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan. Hal ini dapat menumbuhkan kreativitas dan jiwa wirausaha mahasiswa dan masyarakat. Kerajinan tangan yang dapat dihasilkan dari limbah tersebut hyaitu lampion, cangkir dan gelas untuk pajangan, vas bunga, dan masih banyak lagi.






       Pemanfaatan limbah tusuk sate tidak membutuhkan banyak modal, namun memerlukan pemikiran kreatif dan ketelatenan. Warga Desa Panyirangan ada beberapa yang antusias ikut serta untuk membuat kerajinan tangan bersama kelompok KKN 79. Pemuda desa yang ikut dalam pembuatan kerajinan tangan berpendapat bahwa kegiatan tersebut dapat mengisi waktu luang dan dapat menjadi sumber pendapatan jika kerajinan yang dihasilkan dapat dikatakan unik, meskipun saat ini masih terbatas pada pemenuhan pesanan, namun jika usaha ini terus dilakukan maka ada kemungkinan usaha ini akan berkembang. Hal ini juga memicu munculnya jiwa kreativitas para pemuda desa, sehingga UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang ada di Desa panyirangan akan bertambah dengan adanya usaha kerajinan tangan dari bambu tersebut.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment