Peta Desa Panyerangan
Perbaikan Mutu Tanah Kering Melalui Adopsi Inovasi Pupuk Bokashi
Meningkatkan Jiwa Kreativitas Tanpa Batas Melalui Inovasi Limbah Tusuk Sate
Teknologi Informasi, Sebuah Pengetahuan yang Aplikatif Bagi Anak Usia Sekolah Untuk Meningkatkan Jiwa Kompetitif

Perbaikan Mutu Tanah Kering Melalui Adopsi Inovasi Pupuk Bokashi


Madura merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki jenis tanah yaitu tanah kering. Salah satunya juga dialami oleh Desa Panyirangan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang. Pertanian di Madura pada umumnya memiliki sistem yaitu tadah hujan. Masyarakat sangat bergantung pada air hujan untuk mengairi sawahnya. Tanah yang kering membutuhkan unsur hara tanah yang lebih banyak dibandingkan dengan tanah yang memang memiliki unsur hara tanah yang lebih. Tanah kering memang menjadi sebuah topik khusus yang menarik untuk dibicarakan. 
Beberapa masalah yang sering dihadapi oleh petani lahan kering yaitu kurangnya air untuk irigasi, kurangnya bahan organik dalam tanah, mutu tanah yang kurang baik, dan sedikitnya jenis tanaman yang dapat ditanam di lahan kering. Misalnya, jika petani menginginkan untuk menanam padi, maka mereka hanya dapat menanam padi pada saat musim hujan saja. Sedangkan pada musim kemarau kebanyakan lahan pertanian tidak dimanfaatkan atau dibiarkan begitu saja (bera). Padahal, mayoritas masyarakat Desa Panyirangan memiliki mata pencaharian sebagai petani, namun mereka tidak memanfaatkan lahan pertaniannya semaksimal mungkin sehingga hasilnya juga tidak maksimal. Masyarakat masih terbelenggu dalam pertanian subsisten (hanya untuk kebutuhan keluarga). Hasil pertaniannya tidk dikomersialisasikan, sehingga mereka memerlukan sumber pendapatan lain. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan hasil pertanian yang didapat, harus ada langkah awal untuk memperbaiki media tanam dari tanaman yang diusahakan, yaitu lahan pertaniannya.
Perbaikan kualitas lahan pertanian salah satunya dapat dilakukan dengan cara memberi pupuk organik untuk menambah unsur organik tanah yang hilang karena penggunaan pupuk kimia yang terlalu sering dalam usahataninya. Kelompok KKN 79 mencoba memberikan solusi awal untuk memperbaiki mutu tanah di Desa Panyirangan, yaitu melalui adanya pembuatan pupuk BOKASHI (Bahan Organik Kaya Akan Sumber Hayati). 




Warga Desa Panyirangan cukup antusias pada saat pelaksanaan penyuluhan pembuatan Pupuk BOKASHI yang dilaksanakan pada hari Minggu, 05 Agustus 2018. Proses adopsi inovasi dalam bidang pertanian ini diharapkan dapat berjalan berkelanjutan sehingga unsur hara dalam tanah akan membaik yang akan berimbas positif terhadap mutu tanah sehingga tanah akan menjadi lebih banyak mengandung unsur organik dan hasil pertanian yang ingin dicapai akan maksimal. Hal ini akan berpengaruh pula pada peningkatan pendapatan masyarakat.


Previous
Next Post »
Thanks for your comment