Peta Desa Panyerangan
Perbaikan Mutu Tanah Kering Melalui Adopsi Inovasi Pupuk Bokashi
Meningkatkan Jiwa Kreativitas Tanpa Batas Melalui Inovasi Limbah Tusuk Sate
Teknologi Informasi, Sebuah Pengetahuan yang Aplikatif Bagi Anak Usia Sekolah Untuk Meningkatkan Jiwa Kompetitif

“Puding Jagung Pelangi (Puding Jalang) dan Kerajinan Tangan dari Bambu (Bamboeku)” sebagai Produk Unggulan Desa Panyirangan dalam Pameran Virtual KKN Tematik UTM 2018

Pameran virtual yang diadakan oleh Universitas Trunojoyo Madura untuk memberikan apresiasi terhadap kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) tentunya menjadi ajang kompetisi antar kelompok KKN yang ada. Mulai dari produk makanan, barang, dan lain sebagainya didesain dan dibuat sedemikian rupa untuk menjadikan produk tersebut lebih menarik dari produk lainnya dan tentu saja produk tersebut merupakan produk dari potensi unggulan desa masing-masing.
Desa panyirangan yang merupakan desa yang terletak di kecamatan pangarengan memiliki potensi unggulan antara lain padi, jagung, tembakau, dan beberapa komoditas lainnya. Padi, biasanya digunakan sebagai bahan makanan pokok masyarakat desa. Sedangkan jagung masih belum dimanfaatkan secara maksimal, dan tembakau adalah komoditas yang menjadi unggulan desa karena harganya yang cukup mahal. Kelompok KKN 79 mencoba untuk mengolah jagung agar dimanfaatkan menjadi produk turunan yang bernilai ekonomi dan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat selain bertani. Jika berpikir tentang jagung, maka yang terbersit adalah mengenyangkan.
Jagung dapat diolah menjadi berbagai macam olahan makanan yang bergizi. Salah satu olahan yang disukai banyak kalangan adalah puding. Mengapa puding? Karena selain bahan tambahannya mudah didapatkan, semua kalangan masyarakat tentunya sudah tidak asing lagi dengan makanan bernama puding tersebut. Jadi dapat kita ketahui bahwa masyarakat rata-rata menyukai puding, sehingga hal ini menjadi peluang untuk mengembangkan produk tersebut dengan inovasi baru. Mengkombinasikan antara puding dan jagung tentunya merupakan hal yang menarik karena puding disukai masyarakat semua kalangan dan jagung merupakan potensi unggulan Desa Panyirangan. Puding jagung dibuat sedemikian rupa sehingga menarik perhatian konsumen, yaitu dengan memberi warna pada puding sehingga dalam satu kemasan puding memiliki warna yang berbeda seperti pelangi, dan tampilan puding dipercantik pula dengan adanya topping di atasnya yaitu cokelat dan keju, jenis topping legendaris yang disukai masyarakat.
Bahan serta alat yang dibutuhkan tidaklah sulit, hanya membutuhkan bahan dan alat sebagai berikut:
Bahan (untuk 50 porsi cup kecil):
  • Jagung muda 6 buah
  • Tepung hongkwe 3 bungkus (warna sesuai yang diinginkan)
  • Susu kental manis 1,5 kaleng
  • Santan 6 gelas
  • Gula secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Air secukupnya
Alat:
  • Kompor
  • Panci
  • Cup
  • Sendok
  • Baskom
  • Pisau
  • Blender

Bagaimana dengan cara membuatnya? Cara membuat puding jagung pelangi tidaklah sulit. Bahan-bahannya pun dapat disesuaikan dengan selera. Berikut merupakan langkah-langkah proses pembuatannya:
  1. Bersihkan jagung lalu sisir dan letakkan pada baskom
  2. Blender jagung yang sudah disisir hingga halus bersamaan dengan santan
  3. Masukkan adonan di atas di panci dantambahkan tepung hongkwe, susu kental manis, gula, garam, dan air.
  4. Didihkan hingga adonan mengental
  5. Tuangkan adonan di cup yang telah disediakan
  6. Ulangi langkah tersebut sebanyak warna puding yang diinginkan
  7. Taburkan topping di atas puding sesuai keinginan
  8. Puding siap dihidangkan
  9. Agar puding tahan lama, simpan puding ke dalam freezer


Adanya olahan puding jagung pelangi tersebut dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk berwirausaha di bidang kuliner, sehingga pendapatan mereka akan meningkat. Selain itu, produk unggulan Desa Panyirangan lainnya yaitu kerajinan tangan dari bambu yang dinamai “Bamboeku”. Tidak kalah dengan puding jagung, kerajinan bambu ini merupakan kerajinan yang terbuat dari limbah tusuk sate dari pengrajin tusuk sate yang ada di Dusun Anyir Desa Panyirangan. Namun ada beberapa produk kerajinan yang memang membutuhkan bambu yang banyak sehingga harus menebang pohon bambu yang ada di sekitar jalanan desa. Sampai saat ini bambu  belum dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat di desa tersebut, hanya terdapat satu pengrajin tusuk sate saja yang sudah memanfaatkannya, namun limbahnya hanya dibuang begitu saja. Hal ini adalah potensi desa yang juga luar biasa untuk dimanfaatkan. 

Kerajinan tangan yang telah berhasil dibuat oleh Kelompok KKN 79 yaitu lampion, yang dibuat dari limbah tusuk sate. Hiasan berupa cangkir, teko, dan kotak pensil yang dibuat dari pohon bambu karena membutuhkan bahan yang lebih banyak. Beberapa produk tersebut dibuat dengan cara yang hampir sama. Dalam membuat kerajinan dari bambu dibutuhkan kreativitas yang tinggi agar hasilnya bagus dan unik.
Bahan yang dibutuhkan antara lain:
  • Bambu
  • Lem kayu
  • Plitur/pernis
  • Tiner
Alat:
  • Gergaji
  • Pisau
  • Gunting
  • Kuas
  • Tempat plitur
  • Ampelas
Berikut akan kami ulas bagaimana cara membuat kerajinan tangan dari bambu yang mudah dilakukan:
  1. Siapkan bambu yang akan digunakan untuk kerajinan
  2. Bentuk sesuai dengan yang diinginkan, pemotongan dapat dilakukan dengan menggunakan gergaji atau pisau
  3. Jika sudah sesuai, ampelas bambu yang sudah terbentuk sehingga lebih halus dan mudah untuk diplitur
  4. Plitur bambu yang sudah diampelas dan keringkan di bawah terik matahari
  5. Beri hiasan pada kerajinan yang sudah jadi untuk mempercantik produk
  6. Produk siap untuk digunakan

Kedua produk yang dihasilkan sesuai dengan potensi desa tersebut dapat digunakan sebagai produk unggulan desa untuk menunjang perekonomian masyarakat. Manfaat jangka panjang dari adanya produk-produk tersebut akan dirasakan oleh masyarakat jika produk tersebut diproduksi secara berkelanjutan.
Pameran virtual untuk mahasiswa KKN Tematik UTM 2018 ini bemanfaat bagi mahasiswa dan desa yang menjadi tempat KKN itu sendiri. Hal ini karena mahasiswa dapat melihat apa potensi terbesar dari desa tersebut dan memikirkan bagaimana solusi untuk memanfaatkannnya menjadi produk yang bernilai jual dan untuk desa itu sendiri, masyarakat akan mempeoleh gambaran untuk memanfaatkan potensi desadengan lebih baik lagi.


Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »
Thanks for your comment